Lima Ciri Keputihan Tidak Normal


Keputihan pada dasarnya lumrah terjadi. Namun sedikitnya ada lima tanda yang harus mulai Anda waspadai ketika keputihan mulai tidak wajar. Berikut penjelasan dr. Alvin Nursalim dari tim klik dokter.

Cairan tubuh yang keluar per vaginam dapat merupakan cairan yang normal, dan dapat merupakan cairan yang tidak normal. Tahukah Anda bahwa keputihan dapat menjadi penanda berbagai penyakit. Namun Anda perlu mengetahui dulu bagaimana ciri keputihan yang tidak normal. Bagaimana ciri keputihan yang tidak normal? Mari kita lihat satu per satu.

Cairan berubah warna
Cairan keputihan memiliki warna normal keputihan. Namun ketika carian mengalami perubahan warna (menjadi putih susu, keabuan, hingga kehijauan), maka Anda perlu mewaspadai adanya gangguan pada vagina. Umumnya, penyebab perubahan warna adalah infeksi oleh bakteri.

Berbau
Ciri lain dari keputihan yang tidak normal adalah berbau. Keputihan yang abnormal tidak memiliki bau yang khas. Bau keputihan dapat menjadi amis pada kasus tertentu. Ketika keputihan sudah berbau,cobalah konsultasikan dengan dokter terdekat.

Keputihan bergumpal
Keputihan dapat memiliki konsistensi yang berbeda-beda. Seharusnya konsistensi keputihan yang normal adalah cair dan tidak bergumpal. Namun jika keputihan sudah bergumpal, patut dicurigai adanya infeksi jamur.

Disertai keluhan nyeri kencing
Keputihan yang normal tidak memiliki gejala sampingan. Namun pada beberapa keadaan, jika keluhan disertai keluhan nyeri kencing, maka patut diwaspadai adanya infeksi bakteri.Pemeriksaan untuk mengetahui adanya infeksi bakteri adalah dengan melakukan pemeriksaan urin.

Perilaku berisiko
Apakah keputihan yang dialami didahului oleh perilaku berisiko? Perilaku berisiko yang dimaksud adalah hubungan seks bebas. Hubungan seks bebas dapat menyebabkan seorang terinfeksi kuman yang ditularkan melalui hubungan seksual seperti Gonorrhea.

Bagaimana cara menghindari keputihan yang tidak normal? Keputihan yang tidak normal dapat dihindari dengan menjaga kebersihan daerah vagina dan menghindari perilaku berisiko. Jagalah kebersihan daerah vagina dengan mengganti pembalut secara rutin, mengganti celana dalam jika lembab. Selain itu, hindarilah penggunaan produk pembersih kemaluan yang dapat menyebabkan perubahan keasaman dan keseimbangan bakteri. Ketika hendak membilas setelah buang air kecil, lakukanlah dengan arah dari depan ke belakang menggunakan handuk. Perilaku berisiko yang dimaksud adalah hubungan seksual tanpa pengaman yang dapat menyebabkan penularan bakteri, bahkan HIV.



Related Posts:

Mengatasi Keputihan

Dok, saya gadis berusia 24th. Saya ingin menyakan pengobatan untuk keputihan yg berwarna putih susu dan sering menyebabkan gatal. Selama ini yang saya lakukan sering ganti celana dan jika cebok menggunakan air hangat tanpa menggunakan sabun apapun. Terimakasih.

Jawaban dr. Mega Putri dari tim klik dokter

Kami memahami kekhawatiran Anda. Keputihan adalah cairan yang keluar dari vagina. Keputihan dapat timbul dari berbagai keadaan, yaitu secara normal/fisiologis dan secara patologis. Keputihan fisiologis adalah keputihan yang normal terjadi akibat perubahan hormonal, seperti saat menstruasi, stres, kehamilan, dan pemakaian kontrasepsi. Sedangkan keputihan patologis adalah keputihan yang timbul akibat kondisi medis tertentu dengan penyebab tersering adalah akibat infeksi parasit/jamur/bakteri.

Cairan vagina normal memiliki ciri-ciri antara lain warnanya putih jernih, bila menempel pada pakaian dalam warnanya kuning terang, konsistensi seperti lendir (encer-kental) tergantung siklus hormon, tidak berbau serta tidak menimbulkan keluhan.

Ketika cairan yang keluar dari vagina sudah mengalami perubahan warna (menjadi putih susu, keabuan, hingga kehijauan), berbau, banyak dan disertai keluhan lain (seperti gatal, panas, dll) menunjukkan bahwa telah terjadi keputihan abnormal yang umumnya disebabkan karena infeksi pada saluran reproduksi oleh berbagai kuman, jamur ataupun parasit.


Jika keputihan Anda termasuk keputihan abnormal maka perlu diobati karena dapat menyebabkan penyebaran infeksi ke organ dalam dan sebaiknya menghindari hubungan seksual terlebih dahulu. Jika keputihan yang Anda alami adalah keputihan yang normal, maka yang perlu Anda lakukan adalah menjaga kebersihan daerah vagina, yaitu:

  1. Sering mengganti celana dalam apabila berkeringat atau lembab
  2. Menghindari penggunaan celana ketat yang terbuat dari bahan yang tidak menyerap keringat
  3. Apabila ingin menggunakan panty liner pilihlah yang tidak mengandung pengharum dan tidak digunakan selama lebih dari 4-6 jam
  4. Menghindari penggunaan produk pembersih kemaluan yang dapat menyebabkan perubahan keasaman dan keseimbangan bakteri dalam liang kemaluan ibu
  5. Bila hendak membilas setelah buang air kecil, lakukanlah dengan arah dari depan ke belakang menggunakan handuk.

Perlu diketahui bahwa keputihan dapat saja merupakan infeksi menular seksual. Bila disebabkan oleh infeksi menular seksual, maka baik Anda maupun pasangan (suami) perlu diobati juga agar pengobatan tuntas.

Kami sarankan Anda untuk berkonsultasi langsung ke  dokter spesialis kandungan ataupun dokter spesialis kulit dan kelamin. Bila perlu, juga dilakukan pemeriksaan mikroskopik dari cairan keputihan agar kuman penyebab diketahui secara pasti.

Related Posts:

Keputihan Berbau dan Perih Setelah Pipis

Dok, saya mengalami keputihan yang terasa gatal, terasa perih sesudah buang air kecil, dan agak berbau. Gimana cara mengatasinya dok?

Jawaban dr. Atika dari tim klik dokter

Keputihan adalah cairan yang keluar dari vagina. Keputihan dapat timbul dari berbagai keadaan, yaitu secara normal/fisiologis dan secara patologis. Keputihan fisiologis adalah keputihan yang normal terjadi akibat perubahan hormonal, seperti saat menstruasi, stres, kehamilan, dan pemakaian kontrasepsi. Cairan vagina normal memiliki ciri-ciri antara lain warnanya putih jernih, bila menempel pada pakaian dalam warnanya kuning terang, konsistensi seperti lendir (encer-kental) tergantung siklus hormon, tidak berbau serta tidak menimbulkan keluhan. Sedangkan keputihan patologis adalah keputihan yang timbul akibat kondisi medis tertentu dengan penyebab tersering adalah akibat infeksi parasit/jamur/bakteri. Keputihan yang abnormal memiliki ciri-ciri berwarna putih susu, keabuan, hingga kehijauan), berbau, jumlah banyak dan disertai keluhan lain (seperti gatal, panas, nyeri buang air kecil). Apakah bentuk keputihan seperti ini yang anda maksud?


Jika keputihan termasuk keputihan abnormal maka perlu diobati karena dapat menyebabkan penyebaran infeksi ke organ dalam, yang bukan tidak mungkin menyebabkan terjadinya gangguan kesuburan. Namun secara langsung, keputihan tidak terkait dengan kemunduran siklus haid. Selain itu, hubungan seksual akan terganggu karena tentunya tidak mengenakkan bagi diri sendiri dan pasangan. Tentunya rasa gatal, panas, yang diakibatkan keputihan akibat infeksi ini akan sangat mengganggu kenyamanan sehari-hari. Keputihan yang abnormal seperti ini sebaiknya diobati menggunakan regimen yang diberikan oleh dokter kulit Anda. Berikut adalah tambahan gaya hidup yang baik untuk menghindari timbulnya keputihan abnormal:

  1. Sering mengganti celana dalam apabila berkeringat atau lembab
  2. Menghindari penggunaan celana ketat yang terbuat dari bahan yang tidak menyerap keringat
  3. Menghindari penggunaan produk pembersih kemaluan yang dapat menyebabkan perubahan keasaman dan keseimbangan bakteri dalam liang kemaluan ibu
  4. Bila hendak membilas setelah buang air kecil, lakukanlah dengan arah dari depan ke belakang menggunakan handuk.

Sangat mungkin jenis keputihan yang anda alami adalah akibat infeksi kuman. Apakah Anda sudah mengonsumsi obat dengan teratur? Apakah lama pengonsumsian obat Anda benar? Sebab seringkali pengobatan keputihan akibat jamur bisa berlangsung selama 1 minggu/ lebih. Kami sarankan Anda berobat ke dokter kulit untuk memastikan jenis penyakit Anda lewat pemeriksaan secara langsung.

Demikian informasi yang dapat kami berikan. Semoga bermanfaat.

Related Posts:

Keputihan Kecoklatan dan Tidak Berbau

Dok, saya mengalami keputihan yg berwarna kecoklatan tp tidak berbau, sudah terjadi selama 7 hr dan sampai sekrg msh terjadi, kalau melihat siklus haid saya tanggal keputihan itu harusnyaa tepat jadwal haid saya bulan ini, tapi bulan ini saya jg blm haid..saya msh single dan blm pernh berhubungan, keputihan ini baru terjadi bulan ini, sebelumnya tidak pernah, saya jg tidak.mengalami nyeri atau gatal2 pada vagina saya, apakah ini normal dok? atau ada penyakit yg berbahaya? obatnyaa apa dok? terimakasih atas penjelasannya

Berikut jawaban dari salah satu tim klik dokter

Keputihan Kecoklatan dan Tidak Berbau
Keputihan adalah cairan yang keluar dari vagina. Keputihan dapat timbul dari berbagai keadaan, yaitu secara normal/fisiologis dan secara patologis. Keputihan fisiologis adalah keputihan yang normal terjadi akibat perubahan hormonal, seperti saat menstruasi, stres, kehamilan, dan pemakaian kontrasepsi. Sedangkan keputihan patologis adalah keputihan yang timbul akibat kondisi medis tertentu dengan penyebab tersering adalah akibat infeksi parasit/jamur/bakteri.


Cairan vagina normal memiliki ciri-ciri antara lain warnanya putih jernih, bila menempel pada pakaian dalam warnanya kuning terang, konsistensi seperti lendir (encer-kental) tergantung siklus hormon, tidak berbau serta tidak menimbulkan keluhan.

Ketika cairan yang keluar dari vagina sudah mengalami perubahan warna (menjadi putih susu, keabuan, hingga kehijauan), berbau, banyak dan disertai keluhan lain (seperti gatal, panas, dll) menunjukkan bahwa telah terjadi keputihan abnormal yang umumnya disebabkan karena infeksi pada saluran reproduksi oleh berbagai kuman, jamur ataupun parasit.

Jika keputihan yang dialami merupakan keputihan abnormal yang disebabkan oleh infeksi maka memerlukan pengobatan dengan antijamur/antibiotik/antiparasit sesuai dengan kuman penyebabnya.
Pengobatan yang tidak tepat guna ataupun tidak tepat dosis alih-alih mengobati justru dapat menimbulkan kekebalan kuman penyebabnya.

Anda dapat melakukan beberapa tips berikut ini untuk mencegah keputihan:
  1. Sering mengganti celana dalam apabila berkeringat atau lembab
  2. Menghindari penggunaan celana ketat yang terbuat dari bahan yang tidak menyerap keringat
  3. Apabila ingin menggunakan panty liner pilihlah yang tidak mengandung pengharum dan tidak digunakan selama lebih dari 4-6 jam
  4. Menghindari penggunaan produk pembersih kemaluan yang dapat menyebabkan perubahan keasaman dan keseimbangan bakteri dalam liang kemaluan ibu
  5. Bila hendak membilas setelah buang air kecil, lakukanlah dengan arah dari depan ke belakang menggunakan handuk.

Apakah sudah dilakukan pemeriksaan untuk mencari tahu penyebab keputihan?

Jika tidak terdapat gejala-gejala keputihan abnormal seperti yang telah kami sebutkan di atas dan juga tidak terdapat faktor risiko penularan infeksi menular seksual, maka Anda tidak perlu khawatir karena flek tersebut mungkin saja merupakan pertanda suatu siklus menstruasi yang mulai terjadi, yang di dalam dunia kedokteran dikenal sebagai metroragia dimana terjadi perdarahan iregular yang terjadi di antara 2 waktu menstruasi.

Jika keluhan ini terus berlanjut dan semakin mengganggu, kami sarankan Anda berkonsultasi dengan dokter spesialis kulit dan kelamin untuk pemeriksaan lebih lanjut dan tatalaksana yang tepat.

Related Posts:

Ciri- ciri Warna Keputihan

Keputihan adalah cairan yang bersumber dari area kewanitaan atau dinding rahim. Pada umumnya tidak semua jenis keputihan dikategorikan normal. Beberapa dari jenis keputihan bisa jadi awal dari terjadinya infeksi pada area kewanitaan anda. Maka dari itu kenali warna keputihan anda.

Dan berikut adalah beberapa jenis keputihan yang wajib anda ketahui :

1. Berwarna Putih
Cairan keputihan yang berwarna putih biasanya keluar pada saat menjelang dan pasca menstruasi, namun patut anda waspadai jika pada saat cairan keluar disertai dengan gatal dan bau yang tidak sedap seperti bau anyir. Hal ini bisa menjadi tanda-tanda infeksi jamur yang wajib diperhatikan dokter.

2. Berwarna Jernih dan Elastis
Cairan yang berwarna jernih biasa juga akan menghampiri anda pasca menstruasi, awalnya cairan ini berwarna pekat namun lama kelamaan menyerupai cairan ingus, cairan ini merupakan pertanda bahwa anda sedang dalam masa ovulasi.

3. Berwarna Kuning
Cairan keputihan berwarna kuning yang keluar dari organ kewanitaan anda patut untuk diwaspadai. Bisa saja organisme kuman tumbuh dan bersarang pada organ kewanitaan anda. Biasanya organisme ini masuk dalam tubuh anda melalui hubungan seksual, waspadai pula bahayanya bisa jadi ini merupakan gejala dari infeksi gonorhoe, klamida dan trichomonas. Keputihan jenis ini disebabkan oleh bakteri jahat jenis mycoplasma hominis, bakteri gardnerella vaginalis juga tipe prevotella dan bacteroides. Faktor penyebab bakteri ini masuk dalam tubuh anda adalah :IUD, merokok,menggosok area kewanitaan terlalu kuat dan lama.

4. Berwarna Coklat
Biasanya keputihan warna coklat terjadi karena periode haid, eliminasi endometrial, kehamilan di awal, menopouse atau sebagai tanda penyakit alat kelamin anda. Keputihan abnormal yang bercirikan adanya penyakit yaitu di tandai dengan cairan yang dikeluarkan disertai dengan rasa nyeri pada pinggang dan bokong anda, cairan berbau tidak sedap. Hal ini patut anda waspadai jangan-jangan ini merupakan tanda awal penyakit kanker serviks atau pelvis inflammatory disease.

5. Berwarna Abu-abu
Jika cairan keputihan anda berwarna abu-abu dengan disertai gatal, bau tidak sedap dan bengkak kemerangan pada sekitar mulut kewanitaan anda, sebaiknya hal ini mendapatkan perhatian serius dari dokter karena bisa disebabkan oleh bakteri berbahaya. Terparah adalah warna abu-abu dengan garis darah dan bersifat encer. Kemungkinan anda sedang mengalami kanker. Adapula jiga cairan anda terinfeksi bakteri non spesifik kemungkinan gejalanya ditimbulkan kelebihan hormon estrogen.

6. Berwarna Hijau
Cairan keputihan berwarna hijau jika debit dari cairan ini keluar dengan jumlah besar yang disertai dengan adanya aroma busuk dan nyeri yang berlebih pada organ kewanitaan, anda patut mewaspadainya ini bisa pertanda dari infeksi organ reproduksi. Biasanya penyebab cairan keputihan berwarna hijau adalah adanya infeksi oleh protozoa yaitu Trichomonas vaginalis. Pada tingkatan yang parah anda akan mengalami rasa panas dan gatal di sekitar kewanitaan , kemungkinan ini akan disebabkan oleh Nisseria gonorrhoe atau GO.

Meskipun tidak semua keputihan berbahaya akan tetapi jika anda mengalami keputihan berwarna, berbau , timbul rasa gatal di area kewanitaan . Anda harus waspada, seperti yang diuraikan di atas. Keputihan (flour albus) merupakan pertanda anda mengalami masalah pada kewanitaan anda. Keputihan juga dapat disebabkan oleh pola kehidupan anda yang tidak dapat menjaga kebersihan area kewanitaan dan pola hidup yang seimbang.Anda masih bermasalah dengan keputihan anda? Konsultasikan sekarang juga dengan dokter untuk mendeteksi secara dini sebelum menyebar ke organ-organ lainnya.

Related Posts:

Kenali Gejala Awal Kanker Serviks

Penyakit kanker adalah penyakit yang membahayakan, kanker terjadi karena adanya sel sel membelah diri yang tidak terkendali. Sel abnormal dapat menyerang jaringan berpindah ke lokasi yang lebih jauh dengan memasuki aliran darah.

Kanker identik pula dengan gender, yaitu kanker yang menyerang wanita. Kanker payudara dan kanker serviks merupakan kanker yang harus diwaspadai oleh wanita. Bahkan kanker serviks dapat menyerang wanita di dunia yaitu dua menit sekali menyebabkan kematian. Sedangkan di Indonesia kanker serviks merupakan penyakit yang sering mengancam, faktanya di Indonesia 37 wanita meninggal setiap harinya akibat kanker serviks.


Kanker serviks yang terjadi pada bagian mulut rahim dapat berkembang puluhan tahun di dalam tubuh wanita tanpa menimbulkan gejala. Inilah yang menyebabkan kanker serviks baru ditemukan pada stadium lanjut yang sulit untuk disembuhkan. Artikel kali ini akan membantu untuk mengenali gejala awal kanker serviks sehingga dapat dideteksi dini. Penanganan awal dapat membantu meminimalisir risiko kanker serviks.



Pengertian Kanker
Kanker disebabkan karena sel yang membelah diri tidak dapat dikendalikan. Selain itu beberapa orang mengalami gangguan pertahanan sehingga tumbuh sel abnormal yang tidak dapat dihancurkan oleh jaringan yang normal. Dengan demikian kanker merupakan penyakit yang terjadi karena adanya gangguan kontrol regulasi pertumbuhan dari sel normal. Sehingga terganggunya kontrol regulasi sel yang membuat terjadinya perbedaan dengan sel normal yang tumbuh.

Kanker berkembang melalui proses karsinogenesis yang timbul akibat kerusakan tertentu di dalam tubuh penderita. Pada proses karsiogenesis terjadi dua tahapan yaitu inisiasi dan promosi.
Faktor yang menyebabkan kanker memang tidak dapat diketahui dengan pasti akan tetapi gabungan dari faktor genetik dan lingkungan sangat mempengaruhi. Faktor genetik menyebabkan beberapa keluarga memiliki risiko yang lebih tinggi sedangkan untuk faktor lingkungan dapat disebabkan karena pola hidup yang kurang sehat.

Pengertian Kanker Serviks
Kanker serviks atau kanker leher rahim atau kanker mulut rahim merupakan penyakit yang mengancam wanita. Kanker serviks terjadi pada bagian reproduksi wanita. Leher rahim sendiri berada pada bagian sempit diantara vagina dan rahim, sehingga wanita yang terserang kanker serviks mengalami kondisi abnormal pada bagian tersebut.

Faktor utama kanker serviks adalah human papilloma virus (HPV) yang menyerang leher rahim. HPV dapat menyerang pria maupun wanita sehingga menyebabkan kutil pada kelamin. Kutil yang terjadi pada kelamin disebut kondiloma akuminatum. HPV akan hilang dengan sendirinya apabila sistem kekebalan tubuh penderita dapat mengatasinya sedangkan kanker serviks terjadi apabila terjadi infeksi yang sukar sembuh dalam waktu lama.

Kanker serviks sangat membahayakan bahkan dari 8000 kasus yang terjadi berakhir pada kematian. Kanker serviks muncul seakan tidak memiliki gejala sehingga penderita tidak pernah menyangka bahwa dirinya sudah terinfeksi kanker serviks.


Penyebab Kanker Serviks
Kanker serviks disebabkan oleh virus yang menyebabkan infeksi pada bagian leher rahim. Virus dapat sembuh dengan sendirinya apabila penderita memiliki sistem kekebalan tubuh untuk melawan virus sedangkan untuk virus yang menatap dalam jangka waktu lama dan mengganas disebabkan karena kekebalan tubuh yang kurang.

Kanker serviks sangat mudah disebarkan melalui hubungan seksual. Apabila seseorang terinfeksi virus kemudian menyentuh daerah genital maka akan berpindah dan juga menginfeksi daerah leher rahim. Selain itu penularan virus HPV adalah dari closet WC yang terkontaminasi virus sehingga memungkin penderita yang terinfeksi HPV menularkan melalui closet WC ke daerah genital.

Penyebab selanjutnya adalah gaya hidup yang tidak sehat seperti kebiasaan merokok, kurang mengkonsumsi vitamin C dan vitamin E dapat menjadi penyebab HPV bertahan dalam jangka lama di dalam tubuh dan meyebabkan terjadinya kanker.

Risiko penyebab terjadinya kanker serviks adalah hubungan seks dibawah umur, berganti-ganti pasangan berhubungan seks atau berhubungan seks dengan pria yang suka berganti ganti pasangan, bahkan dapat juga disebabkan karena riwayat keluarga yang mengidap kanker.
Mengenali Gejala Awal Kanker Serviks

Mencegah lebih baik daripada mengobati, itulah sebuah slogan yang tepat untuk penyakit yang mematikan seperti kanker serviks. Meskipun demikian pencegahan seringkali diabaikan karena penderita tidak begitu mengetahui gejala awal dari sebuah penyakit yang diderita.

Kanker serviks dikenal juga dengan the silent killer yaitu penyakit yang sulit ditemukan gejalanya akan tetapi dapat diketahui pada stadium lanjut, tentu saja ini membuat proses pengobatan menjadi sulit.

Perjalanan penyakit yang terinfeksi hingga menjadi kanker dapat terjadi 15-20 tahun.Apabila dilihat dari usia penderita penyakit kanker serviks dialami oleh wanita dalam rentan waktu 35-55 tahun. Apabila dihitung dari masa inkubasi maka wanita lebih rentan terkena virus HPV pada usia 20 tahun atau ketika melakukan aktivitas seksual.

Pada tahap awal kanker serviks tidak menimbulkan keluhan, penderita kanker serviks akan menimbulkan gejala pada stadium lanjut. Penderita kanker serviks tidak memiliki gejala yang khusus, meskipun beberapa penderita seringkali mengeluhkan nyeri panggul, pendarahan setelah senggama, pendarahan di luar haid atau mengalami keputihan yang tidak normal akan tetapi semua gejala diatas tidak dapat dikatakan kanker serviks karena masih harus melakukan serangkaian test yang dapat mendukung kondisi penderita.

Meskipun gejala awal dari kanker serviks sulit untuk diketahui akan tetapi pencegahan dini dapat dilakukan dengan melakukan vaksinasi. Vaksinasi pada saat remaja yaitu usia 10 tahun dapat memberikan perlindugan hingga mencapai 98%. Selain melakukan vaksinasi yang harus dilakukan adalah dengan tidak berhubungan seks bebas dan menjaga gaya hidup sehat karena lingkungan dapat menjadi faktor penyebab kanker serviks yang mengancam wanita.

Kesimpulan
Kanker serviks merupakan penyakit yang mengancam kesehatan wanita bahkan kanker serviks adalah jenis kanker nomber dua yang membayakan wanita. Kanker serviks disebabkan karena HPV yang dapat menyerang siapa saja, HPV di dalam tubuh dapat disembuhkan oleh sistem kekebalan tubuh. Sedangkan yang menjadi penyebab kanker serviks adalah HPV yang menginfeksi tubuh dalam jangka waktu yang lama.

Wanita yang terserang HPV tidak memiliki gejala yang khusus, umumnya seperti wanita biasa. Infeksi HPV baru terjadi ketika sudah berada cukup lama di dalam tubuh penderita yaitu 10-15 tahun. Inilah yang menyebkan kanker serviks termasuk the silent killer, karena hampir dialami oleh penderita tanpa menimbulkan gejala.

Sedangkan beberapa gejala yang berhubungan dengan kanker serviks biasanya penderita merasa nyeri setelah senggama, mengalami pendarahan di luar haid, mengalami pendarahan setelah melakukan hubungan intim dan keputihan abnormal yang terjadi pada penderita. Meskipun demikian gejala gejala tersebut tidak sepenuhnya dapat menjadi pertanda yang spesifik penderita mengalami kanker serviks.

Meskipun gejala awal sulit ditemukan akan tetapi apabila mengalami gejala seperti uraian diatas sebaiknya konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan serangkaian test kesehatan yang dapat menentukan apakah mengalami kanker serviks atau tidak mengalami kanker serviks. Pencegahan sangat penting dilakukan salah satunya dengan menghindari hubungan seks bebas, menjaga gaya hidup yang sehat dan juga melakukan vaksinasi.

Related Posts:

Waspadai 9 Gejala Kanker Serviks!

Setiap perempuan berisiko terkena kanker leher rahim dan di Indonesia hampir setiap jam terdapat 1 perempuan yang meninggal akibat kanker serviks.

Hal ini terjadi karena kesadaran yang kurang pada para wanita untuk melakukan pemeriksaan kesehatan rutin. Pasalnya, pada tahap awal, kanker leher rahim tidak menimbulkan gejala atau keluhan sama sekali.

Pada tahap awal ini, pemeriksaan pada daerah serviks menjadi sangat penting untuk mendeteksi adanya perubahan yang terjadi pada daerah serviks. Gejala dan keluhan akan muncul ketika kanker serviks telah berada pada stadium yang lebih lanjut. Hal tersebut tentunya amat perlu diwaspadai para wanita.

Apa saja berbagai gejala kanker serviks?


  1. Keputihan kronik yang berbau dan bercampur darah. 
  2. Perdarahan yang terjadi di luar masa menstruasi.
  3. Periode menstruasi yang terjadi lebih berat dan lebih lama daripada biasanya.
  4. Perdarahan yang terjadi setelah masa menopause.
  5. Perdarahan yang terjadi setelah melakukan hubungan seksual.
  6. Perdarahan yang terjadi setelah pemeriksaan panggul atau pembersihan vagina (douching).
  7. Nyeri di daerah panggul.
  8. Nyeri saat melakukan hubungan seksual.
  9. Penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan penyebabnya.

Dalam menghadapi kanker serviks, hal yang terbaik adalah jangan menunggu hingga gejala-gejala di atas muncul. Lakukan pemeriksaan pada daerah serviks secara rutin jika Anda sudah aktif secara seksual. Hal ini dapat mencegah kematian karena kanker serviks.

Related Posts:

Cara Mengatasi Keputihan Pada Wanita

Miss.V anda sering gatal sampai mengeluarkan lendir berwarna putih dan berbau tidak sedap ? Hati-hati untuk kaum hawa jika hal tersebut terjadi pada anda. Jangan-jangan Miss.V anda bermasalah. Miss.V sangat rentan terhadap beberapa penyakit. Pola hidup yang tidak sehat, perubahan aktivitas dan stress akan menyebabkan Miss.V anda mengalami Fluor Albus . Fluor Albus atau lebih dikenal dengan keputihan merupakan infeksi dan disertai dengan rasa gatal di dalam vagina dan disekitar vagina bagian luar, kemudian disertai dengan keluarnya cairan berwarna putih kekuningan atau putih kelabu .

Penyebab keputihan biasanya dikarenakan jamur , bakteri, virus dan parasit. Meskipun keputihan memiliki banyak jenisnya,akan tetapi hal itu sangat berbahaya apalagi kuman menyerang serviks. Pencegahan dini merupakan solusi awal untuk anda mengatasi keputihan .

1. Gunakan Pembalut yang tepat
Teman akrab bagi wanita ketika sedang menstruasi, pembalut wanita. Tidak dapat dihindari lagi pembalut merupakan cara simple yang sering digunakan untuk wanita yang sedang menstruasi agar mampu menyerap darah agar tidak meleleh kemana mana. Tapi taukah anda , salah memilih pembalut justru membuat anda mengalami keputihan . Pilihlah pembalut yang menggunakan bantalan kualitas, mengandung kandungan herbal . Dan yang terpenting gantilah pembalut 4 jam sekali dalam sehari.

2. Usahakan menjaga kelembapan Miss.V
Menurut Dr. Adhi Bhakti Ginanjar, SpOG Spesialis Kebidanan & Kandungan menjaga kelembapan Mis.V merupakan pencegahan awal untuk menghindari keputihan. Tingkat keasaman yang baik untuk miss.V adalah 3,5 . Perubahan warna dan bau yang tidak sedap dapat disebabkan karena tingkat keasaaman yang tinggi dan bila dibiarkan kemungkinan terjadi nyeri pada kewanitaan . Untuk menjaga kelembapan Miss.V maka disarankan untuk tidak membersihkan vagina dengan douching (obat semprot air) karena bisa mengganggu keseimbangan ph pada vagina. Penggunaan douche justru bisa meningkatkan risiko iritasi.

3. Bersihkan Miss.V dengan tepat
Selain kelembapan yang terpenting adalah menjaga kebersihan Miss.V yaitu dengan cara teratur dan ketika membersihkan vagina usahakan dari arah depan ke belakang (dari arah vulva ke anus) hal ini untuk menghindari kuman yang menempel di anus ke vagina.

4. Tradisional , Daun Sirih
Daun sirih memiliki kandungan minyak terbang (batlephenol) dan kandungan kavinol yang memiliki kegunaan mematikan kuman, kandungan antioksidan dan anti jamur.. Maka tak heran nenek moyang terdahulu menggunakan daun sirih untuk mengatasi keputihan. Adapun cara yang tepat yaitu dengan mengambil 10 lembar daun sirih yang sudah dicuci kemudian siapkan kurang lebih 2 liter air ke dalam panic dan merebusnya, sesudah direbus dinginkan air rebusan tadu dan basuhkan ke seluruh organ bagian kewanitaan.

5. Memperbanyak Konsumsi bawang putih
Selain terkenal dengan bumbu masak. Saat ini bawang putih tidak saja dikenal bahan penyedap akan tetapi mempunyai khasiat kesehatan . Bawang putih memiliki sifat anti bakteri, anti kulat, dan anti virus memungkinkan meraka untuk menghambat perkembangan bakteri, kulat (jamur), dan virus. Penelitian menunjukan bahwa bawang putih memiliiki kekuatan antibakteri. Meningkatkan konsumsi bawang putih akan membantu anda mengatasi keputihan.

6. Hindari stress , olahraga teratur dan pola makan seimbang
Menghindari diri dari stress dan melakukan olahraga seimbang merupakan solusi tepat untuk anda. Lakukan olahraga satu minggu dua kali secara teratur . Komsumsi pula makanan yang sehat seperti minum susu ataupun yogurt karena kandungan di dalam susu terdapat bakteri baik yang menjaga keseimbangan bakteri candida.Demikian cara mengatasi keputihan pada wanita, semoga hal ini bermanfaat dan tidak ada salahnya untuk mencoba. Dan bila ada infeksi maka harus diberikan antibiotic yang tepat sesuai dengan resep dokter.

Related Posts: